Peneliti UMS menerima Japan Foreign Minister’s Commendation Award
Nation

Peneliti UMS menerima Japan Foreign Minister’s Commendation Award

KOTA KINABALU: Seorang peneliti Universiti Malaysia Sabah (UMS) telah menerima Penghargaan Menteri Luar Negeri Jepang awal pekan ini, atas upayanya yang berkelanjutan dalam mempromosikan kolaborasi pendidikan dan penelitian antara kedua negara.

Prof. Dr. Charles S. Vairappan, dari Institut Biologi dan Konservasi Tropis universitas, menerima pengakuan dari Kepala Kantor Konsuler Jepang di Kota Kinabalu, Shiho Kako saat upacara pada Selasa (23 November).

Penghargaan tahunan ini untuk menghormati individu yang telah memberikan kontribusi luar biasa untuk mempromosikan persahabatan antara Jepang dan negara-negara lain.

Akademisi tersebut telah terlibat dalam kerjasama kerjasama dengan lembaga penelitian Jepang melalui proyek Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS), serta Third Country Training Program (TCTP) yang melibatkan pelatihan konservasi keanekaragaman hayati di Sabah, demikian keterangan dari UMS pada Kamis (25 November).

Vairappan memperoleh gelar PhD dari Sekolah Pascasarjana Ilmu Lingkungan Bumi di Universitas Hokkaido pada tahun 2001, halaman Facebook resmi Kedutaan Besar Jepang di Malaysia memposting saat mengucapkan selamat kepadanya.

“Dengan upaya berkelanjutan Vairappan untuk mempromosikan kolaborasi dua arah selama tahun-tahun akademiknya, dia adalah contoh terbaik untuk keberhasilan penerapan ‘kebijakan melihat ke timur’, yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke-40 tahun depan.

“Kedutaan Besar Jepang mengharapkan kontribusinya yang berkelanjutan untuk mempererat hubungan bilateral kita yang baik,” katanya dalam postingan tersebut.

Sementara itu, Wakil Rektor UMS Profesor Datuk Taufiq Yap Yun Hin dalam acara penyerahan penghargaan yang diadakan di kantor Konsuler Jepang di sini mengatakan, pengakuan tersebut membawa arti khusus bagi universitas.

UMS, lanjutnya, telah terlibat dalam berbagai kegiatan konservasi yang didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) sejak 20 tahun lalu.

Dia mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan interaksi peneliti Jepang dengan sivitas akademika dan mahasiswa UMS melalui penelitian, webinar dan program pertukaran mahasiswa, yang juga melihat partisipasi Vairappan.

Taufiq menyampaikan komitmen UMS untuk melanjutkan kerjasama dua arah dengan Jepang, dan juga berharap masa cuti Vairappan ke Tokyo University segera membuka lebih banyak jalur bagi akademisi dan mahasiswa dari kedua negara untuk berinteraksi dan saling memahami.


Posted By : keluaran hk hari ini tercepat