Kerang dari Kuala Penyu Sabah dinyatakan tidak aman, kata Junz Wong
In Other Media

Kerang dari Kuala Penyu Sabah dinyatakan tidak aman, kata Junz Wong

KOTA KINABALU: Kerang, termasuk kerang, tiram dan siput, untuk sementara tidak aman dikonsumsi, karena racun ganggang mekar atau red tide di perairan Kuala Penyu.

Menteri Pertanian dan Industri Pangan Sabah Datuk Junz Wong mengatakan hal itu berdasarkan temuan forensik yang dilakukan oleh Departemen Perikanan baru-baru ini.

Dikatakannya, keracunan kerang paralitik (PSP) pada sampel yang ditemukan sebanyak 414 meretrix sp. per 100g daging, sedangkan kadar normalnya harus di bawah 80 meretrix sp. per 100 gram daging.

“Racun PSP tidak berbau, tidak berwarna, tidak dapat dirasakan atau dilihat dengan mata telanjang,” katanya seraya menambahkan bahwa racun tersebut tidak dapat dihancurkan dengan cara dibekukan, dimasak, atau dicuci.

Wong mengatakan jenis makanan laut lainnya seperti ikan, udang, kepiting, dan cumi-cumi aman untuk dimakan, tetapi harus dicuci dan dimasak hingga bersih dengan jeroannya yang sudah dibersihkan.

Siapa pun yang diracuni oleh racun ini pertama-tama akan merasakan denyutan di bibir dan lidah mereka selama 30 menit pertama, dan gejalanya akan beralih ke perasaan ditusuk oleh jarum dan peniti di kulit.

Setelah itu, korban akan mulai merasa “tinggi” atau mual, diikuti dengan kehilangan kendali atas anggota tubuhnya dan kesulitan bernapas.

Dalam skenario terburuk, Wong mengatakan seseorang bahkan bisa mati antara dua hingga 24 jam karena keracunan.

Korban didesak untuk segera mencari pertolongan medis jika mereka memiliki tanda-tanda pertama keracunan.

Dalam hal lain, kata dia, foto-foto ikan mati yang viral baru-baru ini yang diambil dari pantai Nagalang di Labuan, tidak mungkin karena keracunan kerang lumpuh seperti yang diklaim oleh banyak orang.

“Perairan dan sampel yang diambil dari Labuan ditemukan bahwa level PSP rendah dan tidak ada fenomena red tide di sana,” kata Wong.

Dia mengatakan sampel termasuk ikan mati telah diperoleh untuk mengetahui penyebab kematian.


Posted By : no hk hari ini