Kematian ibu menyusui karena Covid-19, bukan efek samping vaksin, kata Selangor Health Dept
True Or Not

Kematian ibu menyusui karena Covid-19, bukan efek samping vaksin, kata Selangor Health Dept

SHAH ALAM (Bernama): Departemen Kesehatan Selangor mengkonfirmasi bahwa kematian seorang ibu menyusui di negara bagian itu disebabkan oleh Covid-19 dan bukan efek samping dari vaksinasi terhadap penyakit tersebut.

Direktur Kesehatan Selangor, Datuk Dr Sha’ari Ngadiman mengatakan setelah diperiksa, ditemukan bahwa sipir adalah pasien kanker yang sedang cuti medis selama dua tahun.

“Dia ditawari untuk mengambil vaksin Covid-19 pada 17 Februari tetapi menolaknya, mengatakan bahwa dia khawatir tentang efek sampingnya. Namun, dia kemudian mendaftar ke MySejahtera dan secara sukarela memberikan izin dalam bentuk untuk menerima suntikan vaksin.

“Dia menerima dosis pertama vaksin Pfizer-BioNTech pada 23 Juli dan mengalami gejala demam 12 hari kemudian tetapi tidak mencari pengobatan untuk itu.

“Dia mengalami kesulitan bernapas di rumahnya dan dibawa dengan ambulans ke rumah sakit pada 7 Agustus, 16 hari setelah menerima suntikan vaksin.

“Di rumah sakit, dia dirawat sebagai pasien suspek Covid-19 kategori lima dan hasil tes RTK Antigen dia positif terinfeksi virus,” katanya dalam keterangannya, Jumat (29/10).

Dr Sha’ari mengatakan pasien yang membutuhkan bantuan pernapasan dirawat di unit perawatan intensif tetapi kondisinya memburuk dan dia dipastikan meninggal pada 14 Agustus karena infeksi Covid-19 dan bukan karena efek samping vaksinasi.

Dia mengatakan pemeriksaan kontak dekat menemukan dua anggota keluarganya juga positif Covid-19.

Pada 22 Oktober, sebuah rekaman video beredar di media sosial yang mengklaim bahwa seorang ibu menyusui di Selangor telah meninggal karena vaksinasi Covid-19.- Bernama


Posted By : hk hari ini keluar