Amanah mengancam akan menarik dukungan untuk PM jika pemilu Johor dilanjutkan
Nation

Amanah mengancam akan menarik dukungan untuk PM jika pemilu Johor dilanjutkan

JOHOR BARU: Wakil Presiden Parti Amanah Negara (Amanah) Datuk Seri Salahuddin Ayub mengancam akan menarik dukungannya kepada Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri jika pemilihan negara bagian akan diadakan di Johor.

Ia mengatakan tak segan-segan mencabut dukungannya terhadap nota kesepahaman (MOU) kerja sama bipartisan antara Pakatan Harapan dan pemerintah jika pilkada digelar.

“Situasi saat ini tidak memungkinkan rakyat untuk melalui pemilihan negara bagian, terutama karena masalah banjir belum terselesaikan dan pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung.

“Mereka (pemerintah) harus memikirkan rakyat dengan serius.

“Jika mereka membubarkan majelis negara secara sembarangan, di Johor dan kemudian Perak atau negara bagian lain, maka saya dapat menarik dukungan saya untuk MoU yang telah kita berikan selama ini,” katanya kepada The Star.

Salahuddin, yang juga merupakan anggota parlemen Pulai dan Simpang Jeram, menambahkan bahwa Johor Pakatan Harapan telah mendukung pemerintah negara bagian meskipun status mayoritas satu kursi yang terakhir.

“Kami sangat kooperatif dan mendukung pemerintah negara bagian demi rakyat. Kami melampaui politik.

“Jadi, apa tujuannya (pemilihan negara bagian) tadi?” dia menambahkan.

Spekulasi pemilihan negara bagian yang diadakan di Johor telah tinggi setelah meninggalnya anggota parlemen Parti Bersatu Malaysia (Bersatu) Datuk Osman Sapian bulan lalu.

Administrasi Perikatan Nasional di Johor saat ini memegang negara bagian dengan mayoritas satu kursi, hanya 28 kursi melawan 27 kursi Pakatan Harapan, sementara satu kursi tersisa kosong setelah meninggalnya anggota majelis Kempas.

Saat ini pemerintah negara bagian terdiri dari UMNO (14), MIC (dua), PAS (satu) dan Bersatu (11) sedangkan oposisi terdiri dari DAP (14), Amanah (enam) dan PKR (tujuh).


Posted By : keluaran hk hari ini tercepat